Kamis, 17 April 2008

APLIKASI SEMIOTIKA KOMUNIKASI

BAB 4

APLIKASI SEMIOTIKA KOMUNIKASI


Suatu penelitian semiotika umum akan dihadapkan pada berbagai batas kajian (A Theory of Semiotika, Eco/1979). Beberapa diantaranya harus disepakati sementara, sedangkan lainnya, menurut Eco, ditentukan oleh objek disiplin ilmu itu sendiri. Eco, mengemukakan tiga batas hubungan dengan penelitian semiotika, yaitu:

  1. Ranah Budaya

  2. Ranah Alam

  3. Ranah epistimologis

Bidang semiotika memang dapat dikatakan bidang yang begitu luas. Bidang ini biasa berupa bidang komunikatif yang tampak lebih ‘alamiah’ dan spontan pada system budaya yang lebih kompleks. Dalam kaitan ini, Eco menyebut tidak kurang 19 bidang yang bias dipertimbangkan sebagai bahan kajian semiotika:

  1. Semiotika binatang (zoomsemiotics)

  2. Tanda-tanda bauan (olfactory signs)

  3. Komunikasi rabaan (tactile communication)

  4. Kode-kode cecapan (code of taste)

  5. Paralinguistic (paralinguistics)

  6. Semiotika medis (medical semiotics)

  7. Kinesis dan proksemik (kinesics dan proxemics)

  8. Kode-kode music (musical codes)

  9. Bahasa yang diformalkan (formalized languages)

  10. Bahasa tak ditulis, alphabet tak dikenal, kode rahasia (written languages, unknown alphabets, secret codes)

  11. Bahasa alam (natural languages)

  12. Komunikasi visual (visual communication)

  13. System objek (system of objects)

  14. Struktur alur (plot structure)

  15. Teori teks (text theory)

  16. Kode-kode budaya (cultural codes)

  17. Teks estetik (aesthetics texts)

  18. Komunikasi massa (mass communication)

  19. Retorika (rhetoric)

Bidang terapan semiotika pada bidang komunikasi tidak terbatas. Misalnya, bisa mengambil objek penelitian mulai dari pemberitaan media massa, komunikasi periklanan, tanda-tanda nonverbal, film, komik kartun, sastra sampai kepada musik.


MEDIA

Pada dasarnya, studi media massa mencakup pencarian makna-makna dalam materinya. Mempelajari media adalah mempelajari makna.. maka dari itu, metode penelitian dalam komunikasi harus mampu mengungkapkan makna yang terkandung dalam materi pesan komunikasi. Kajian semiotika dalam media cetak umumnya adalah mengusut ideology yang melatari pemberitaan.


Bagaimana isi media harus dijelaskan?

Dalam studi media, ada 3 macam pendekatan:

  1. Pendekatan politik-ekonomi (the political-economy approach)

  2. Pendekatan organisasi (organizational approach)

  3. Pendekatan kulturalis (culturalist approach)

(McNair, 1994, dalam Sudibyo, 2001:2-4)

Pendekatan Politik-ekonomi berpendapat bahwa isi media lebih ditentukan pada kekuatan-kekuatan ekonomi dan politik di luar pengelolaan media. Media sebagai bisnis, 3 faktor menjadi hal yang sangat mempengaruhi isi atau arahan suatu berita dalam media: pemilik media, modal dan pendapatan. Factor-faktor tersebut yang menentukan bagaimana isi media, peristiwa apa yang ditampilkan, serta kearah mana pemberitaan media.

Pendekatan organisasi bertolak belakang dengan pendekatan politk-ekonomi. Pengelola media tidak bisa mengekspresikan keinginannya, karena organisasi adalah struktur, ada batasan-batasan kekuasaan. Pendekatan organisasi justru melihat pihak pengelola media sebagai pihak yang aktif dalam proses pembentukkan dan produksi media. Unsure-unsur yang mempengaruhi media dalam pendekatan organisasi adalah praktik kerja, profesionalisme dan tata aturan yang ada dalam organisasi.

Pendekatan kulturalis merupakan gabungan antara pendekatan plotik-ekonomi dengan pendekatan organisasi. Dalam produksi media banyak perdebatan yang terjadi dalam ruang pemberitaan. Media pada dasarnya adalah mempunyai mekanisnme untuk menentukan pola dan aturan organisasi, tetapi pada akhirnya pola tersebut tidak dapat dilepaskan dari kekuatan-kekuatan politk-ekonomi di luar media.



KOMUNIKASI PERIKLANAN

Iklan dapat disampaiknan dalam dua media masa, yaitu media cetak dan media elektronik. Iklan tidak hanya menggunakan bahasa sebagai alatnya, tetapi juga alat komunikasi lainnya seperti gambar, warna dan bunyi. Pengirim pesan adalah penjual produk, dan penerima pesan adalah khalayak.

Untuk mengkaji iklan dalam perspektif semiotika, maka kita bisa mengkajinya lewat system tanda dalam iklan. System tanda dalam iklan terdiri atas lambing, baik yang verbal maupun yang berupa ikon. Iklan juga menggunakan tiruan indeks, terutama dalam iklan radio, televise, dan film.

Bagaimana memilih sampel iklan agar bisa dianalisis? Sebaiknya pilihlah iklan yang yang penuh dengan bahan yang dapat dianalisis, seperti iklan dengan orang, subjek, latar belakang menarik, naskah yang menarik, dan sebagainya. Dalam menganalisis iklan, perlu dipertimbangkan hal-hal berikut:

  1. Penanda, dan petanda

  2. Gambar, indeks, dan symbol

  3. Fenomena sosiologi, demografi orang didalam iklan dan orang-orang yang menajdi sasaran ikla, refleksi kela-kelas social-ekonomi, gaya hidup dan sebagainya

  4. Sifat daya tarik yang dibuat untuk menjual produk, melalui naskah dan orang-orang yang dilibatkan di dalam iklan

  5. Desain iklan, termasuk tipe perwajahan yan digunakan, warna dan unsure estetik yang lain.

  6. Publikasi yang ditentukan di dalam iklan, dan khayalan yang diharapkan oleh publikasi tersebut

(Berger, 2000a:199)



Untuk menganalisis iklan, kita juga bisa menggunakan model Roland Barthes, yaitu:

  1. Pesan linguistik (semua kata dan kalimat dalam iklan)

  2. Pesan ikonik yang terkodekan (konotasi yang muncul dalam foto iklan, yang hanyak berfungsi jika dikaitkan dengan system tanda yang lebih luas dalam masyarakat)

  3. Pesan ikonik tak terkodekan (denotasi dalam foto iklan)



FILM

Kekuatan dan kemampuan film menjangkau banyak khalayak dan segmen social membuat para ahli bahwa film memiliki potensi untuk mempengaruhi khalayaknya. Hubungan antara film dan masyarakatselalu dipahami secara linier. Artimya, film selalu mempengaruhi dan membentuk masyarakat berdasarkan muatan pesan (message) dibaliknya. Film selalu merekam realitas yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat, dan kemudian meproyeksikannya ke atas layar (Irawanto, 1999:13).

Graeme Turner menolak perspektif yang melihat film sebagai refleksi masyarakat. Makna film sebagai representasi dari realitas masyarakat, berbeda dengan film sekedar sebagai refleksi dari realitas. Sebagai refleksi dari realitas, film sekedar ‘memindah’ realitas ke layar tanpa mengubah realitas itu. Sementara itu, sebagai representasi dari realotas, film membentuk dan menghadirkan kembali realitas berdasarkan kode-kode,konvensi-konvensi, dan ideology dari kebudayaannya.

Film umumny dibangun dengan banyak tanda. Tanda-tnda itu termasuk berbagai system tanda yang bekerja sama dengan baik dalam upaya mencapai efek yang diharapkan. Yang paling penting dalam film adalah gambar dan suara dan music fil. System semiotika yang lebij penting lagi dalam film adalah digunakannya tanda-tanda ikonis, yaitu tanda-tanda yang menggambarkan sesuatu.


IMAM MAHMUDI

0564190-356









[+/-] Kopi Kodenya...!

Jumat, 11 April 2008

Dikritik BK DPR, Slank Dibela 100 Pengacara

By plinplan

Jakarta, Sebuah ormas yang terdiri dari para pengacara siap membela Slank dengan gerakan '1.000 Pengacara Siap Bela Slank.' Sayangnya sampai saat ini baru 100 pengacara yang menyatakan diri ikut gerakan itu.

“Angka 1.000 ini kita pilih mewakili dari beberapa daerah, minimal dalam waktu dua minggu akan tercapai,” ujar Komar Heriyanto salah satu pengacara yang membela Slank, dalam jumpa pers di sebuah restoran di Pasar Festival, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (10/4/2008).

Seorang pengacara lain, Endi Martono, membantah apa yang dilakukan dirinya dan teman-temannya sebagai upaya numpang tenar. Katanya, mereka memang membela Slank karena DPR sudah memotong kebebasan berekspresi.

Sebagian besar gerakan '1.000 Pengacara Siap Bela Slank' merupakan anggota Perkumpulan Madani Anti Korupsi. Mereka membuat gerakan tersebut tanpa permisi pada Slank.

“Kita cuma ingin mengingatkan, bawah DPR itu belajar egaliter dan belajar demokrasi. Orang dikritik itu harus terima. Kita bukan mempermalukan atau menampilkan masalah baru,” tukas Endi.


***GOSIPPPP JALANANNN***

Pernah kah lo denger mafia judi
Katanya banyak uang suap polisi
Tentara jadi pengawal pribadi

Apa lo tau mafia narkoba
Keluar masuk jadi bandar di penjara
Terhukum mati tapi bisa ditunda

Siapa yang tau mafia selangkangan
Tempatnya lendir-lendir berceceran
Uang jutaan bisa dapat perawan
Kacau balau … Kacau balau negaraku ini …

Ada yang tau mafia peradilan
Tangan kanan hukum di kiri pidana
Dikasih uang habis perkara

Apa bener ada mafia pemilu
Entah gaptek apa manipulasi data
Ujungnya beli suara rakyat

Mau tau gak mafia di senayan
Kerjanya tukang buat peraturan
Bikin UUD ujung-ujungnya duit

Pernahkah gak denger teriakan Allahu Akbar
Pake peci tapi kelakuan barbar
Ngerusakin bar orang ditampar-tampar

[+/-] Kopi Kodenya...!

Jumat, 04 April 2008

Internet Marketing : KumpulBlogger.com raup rupiah

Internet Marketing : KumpulBlogger.com raup rupiah




Bagi rekan rekan blogger yang tidak sekedar nge blog namun juga berinisiatif untuk dapat uang, gak ada salah nya bila kita mencoba tuh sign up di google adsense nya Indonesia yakni kumpulblogger.com. Kenapa cempluk bilang sebagai google adsense nya Indonesia ?? karena kumpulblogger sendiri layak nya adsense ada publisher ( orang yang nerbitin iklan di blog kita ) juga ada advertiser ( orang yang ngiklanin produk nya ).

[+/-] Kopi Kodenya...!

Kamis, 06 Maret 2008

XL Gila-gilaan...!!!

Baru kemarin IM3 mengeluarkan program 0,00000000001/detik ke lain operator, hari ini, 5 Maret 2008, XL secara resmi mengeluarkan program Rp. 600, sampe puaaasssss. (Situs resminya dapat dilihat disini)

Tapi, sebelum saya mulai menghitung, terlebih dulu saya akan mengomentari iklan yang hari ini mulai disebarkan kemana-mana.

Yang pertama adalah, tulisan pada Banner/Iklan tersebut tertulis “Tarif Termurah (dijamin) ke semua operator.” Kemudian pada baris berikutnya tertulis kalimat “Rp. 600 sampe puaasssss”

Intrepretasi atau penafsiran yang muncul bagi masyarakat apabila melihat sepintas hal ini adalah “Tarif termurah ke semua operator, Rp. 600 sampai puas”

Padahal, lagi-lagi itu salah penafsiran, karena 600 sampai puas itu berlaku untuk sesama XL apabila melakukan panggilan dari pukul 23.00 sampai dengan 10.59.

Penjelasan lagi-lagi berada pada bagian bawah dengan font yang kecil. Apalagi saya yakin bahwa iklan ini akan disebarkan dalam berbagai bentuk, dimana penjelasan rinci tidak mungkin diikutkan pada versi iklan yang lebih kecil. Paling hanya tulisan “Info lebih lanjut, buka xl.co.id” :-D

Kalau begitu, berapa tarif XL ke lain operator saat ini ? Benarkah statemen “dijamin termurah ?”

Untuk menghitung hal tersebut, saya menggunakan tabel tarif yang dikeluarkan oleh XL sendiri.

Rinciannya seperti berikut:

  1. Pemakaian 90 detik

    Biaya yang dikeluarkan pada skenario ini masih tetap sama dengan tarif sebelumnya, yaitu 90 x 25 = Rp. 2.250,-

  2. Pemakaian 120 detik (2 menit)

    Ini adalah batas akhir program dengan biaya Rp 25/detik, sehingga biaya yang harus dikeluarkan adalah 120 x 25 = Rp.3.000,-

  3. Pemakaian 180 detik (3 menit)

    Ini adalah skema yang termurah untuk XL, dimana tarif setelah 120 detik atau 2 menit dianggap gratis, jadi tidak ada pengulangan tarif. Pelanggan membayar (120 x 25) + (60 x 0) = Rp. 3.000,-

  4. Pemakaian 240 detik (4 menit) sampai 600 detik (10 menit)

    Sama dengan point nomor 3

  5. Pemakaian 660 detik (11 menit)

    Skenario ini adalah skenario yang “unik” dari XL, karena tarif tidak kembali ke Rp. 25/detik seperti skenario XL 0,1/detik yang dulu, melainkan turun menjadi Rp. 10/detik. Dengan skenario ini, maka biaya yang harus dikeluarkan adalah (120 x 25) + (480 x 0) + (60 x 10) = Rp. 3.600,-

  6. Pemakaian 900 detik (15 menit)

    Saya mencoba untuk menghitung pembulatan 15 menit, agar ada perbandingan harga yang cukup besar dengan skenario sebelumnya. Biaya yang dikeluarkan adalah (120 x 25) + (480 x 0) + (300 x 10) = Rp. 6.000,-

Nah, sekarang bagaimana kalau dibandingkan dengan program IM3 yang 0,00000000001/detik ?

Di bawah ini adalah tabel yang saya coba buat untuk menghitung hal tersebut:

Terlihat bahwa kali ini XL cukup “telak” mengungguli IM3 dalam panggilan biaya ke lain operator. Khususnya apabila panggilan dilakukan diatas 4 menit. Namun, dibawah itu, IM3 masih unggul.


Silakan menyimpulkan dari hal ini :-D

Namun, biar bagaimanapun,
PERANG TARIF ANTARA OPERATOR SELULER
SANGAT MENGUNTUNGKAN KONSUMEN...


PUAASSSSS....????? PUAASSSS....????!!!!!!


[+/-] Kopi Kodenya...!

Senin, 03 Maret 2008

Aku bersyukur...

Mendengar anggota keluargaku ngomel-ngomel dirumah,berarti aku masih punya keluarga yang utuh

Merasa lelah dan pegal linu setiap sore,sebab itu berarti aku mampu bekerja keras.

Membersihkan piring dan gelas kotor setelah menerima tamu dirumah, karena itu berarti aku dikelilingi teman-teman.

Pakaianku terasa agak sempit, karena itu berarti bahwa makanku cukup kenyang.

Mencuci dan menyetrika tumpukan baju, sebab itu berarti aku memiliki pakaian.

Membersihkan kamar ,membersihkan jendela,memperbaiki talang dan got, karena itu berarti aku memiliki tempat tinggal.

Duduk kembali di bangku kuliah, bearti aku masih dapat mengenyam pendidikan di Perguruan Tinggi.

Mendengar nyanyian suara yang fals, karena itu berarti aku bisa mendengar.

Mendengar bunyi jam alarm dipagi hari, sebab itu berarti aku hidup.

[+/-] Kopi Kodenya...!

Minggu, 02 Maret 2008

Belom Nonton Ayat-ayat Cinta??!!!


http://myzeroseven.blogspot.com
Duhh.... Basi juga niy, lum nuntun Film Ayat-ayat Cinta ;(

Padahal kata temen2, gue tuh mirip Pemeran Utamanya, Fahri, alias Fedi Nuril...
He..he..he...



[+/-] Kopi Kodenya...!

Kamis, 28 Februari 2008

Akhirnya pake IM3 JEMPOL nggak kriting lagee..

Jakarta (ANTARA News) - PT Indosat Tbk ingin mengubah citra IM3 dengan tidak hanya memiliki tarif SMS paling murah, tapi kini juga memiliki tarif percakapan telepon yang paling kompetitif ke seluruh pengguna selular di Indonesia degan meluncurkan program tarif IM3 Rp0,01 per detik.

"Dengan tarif Rp0,01 per detik akan memposisikan IM3 sebagai satu-satunya kartu yang memberikan tarif termurah untuk SMS sekaligus percakapan telepon," kata Direktur Jabotabek & Corporate Sales PT Indosat, Fadzri Sentosa dalam peluncuran program tersebut di Jakarta, Kamis.

Fadzri mengatakan Indosat meluncurkan tarif IM3 Rp0,01 per detik yang berlaku ke semua operator di seluruh Indonesia karena ingin memenuhi kebutuhan pelanggan IM3 yang tidak hanya SMS akan tetapi juga melakukan panggilan.

Program tarif IM3 Rp0,01 per detik berlaku setelah 90 detik atau 1,5 menit percakapan, dimana sebelum 90 detik pertama tarif yang berlaku adalah Rp15 per detik untuk panggilan ke sesama pengguna Indosat (tujuan Matrix, Mentari, IM3 dan StarOne) dan Rp25 per detik untuk panggilan ke operator lain (off-net).

Khusus untuk ke sesama nomor Indosat tarif Rp0,01 berlaku sejak detik ke 91 hingga percakapan berakhir, sedangkan untuk panggilan ke operator lain diberlakukan tarif yang berulang tiap 90 detik yaitu 90 detik pertama berlaku tarif Rp25 per detik, kemudian detik ke 91 sampai detik ke 180 (3 menit) berlaku tarif Rp0,01 per detik, dan detik ke 181 sampai detik ke 270 (4,5 menit) berlaku tarif Rp25 per detik dan seterusnya.

Fadzri mengatakan tarif untuk ke operator lain tersebut berulang karena Indosat memperhitungkan tarif interkoneksi.

Dengan diberlakukannya tarif promo IM3 Rp0,01 per detik yang berlaku sampai 30 April 2008 ini, Indosat siap mengantisipasi lonjakan trafik panggilan pada BTS-BTS Indosat.

"Kami telah mengantisipasi dengan mengalokasikan capex 1,2 Miliar dolar Amerika untuk penambakan kapasitas jangkauan dan penambahan BTS dan transmisinya tahun ini," tambah Fadzri.

Meskipun diluncurkan program tarif promo IM3 Rp0,01 per detik, dia menegaskan semua program IM3 seperti Raja SMS, Super Voucher 200 SMS, Bonus SMS Isi Ulang, SMS 88 dan yang terbaru IM3 Ce eS-an masih tetap berlaku sampai saat ini.(*)

[+/-] Kopi Kodenya...!